Interfaith Harmony Camp: Model Edukasi Multikultural bagi Penguatan Toleransi Pemuda

KABARMUH.ID, BOGOR – Gerakan Pemuda Parmusi mengikuti kegiatan Interfaith Harmony Camp yang digelar di Camp Hulu Cai, Bogor. Mengusung tema ‘Kolaborasi Lintas Agama untuk Ekoteologi, Harmoni, dan Kemanusiaan’ kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi berbagai komunitas muda lintas iman untuk memperkuat dialog dan kerja bersama.

Sejumlah pemuda dari berbagai latar belakang agama menginisiasi kolaborasi lintas iman dengan semangat memperkuat kerukunan sosial dan nilai kemanusiaan. Dalam sebuah Interfaith Harmony Camp, para peserta berkumpul untuk mendiskusikan wacana toleransi, dialog antar-kepercayaan, dan komitmen bersama terhadap perdamaian sebagai modal sosial dalam masyarakat multikultural.

Gerakan Pemuda Parmusi hadir melalui sejumlah perwakilan, yakni Muhammad Nabil Alfarizi (Wakil Sekretaris Jenderal II), Rhomadoni (Kepala Pusat OKK), Budi Syahputra Sagala (Kepala Pusat Media, Publikasi, dan Relasi), Tondi Alfaraby Harahap (Kepala Pusat Bidang Hukum dan Advokasi) dan Rizal Tamami (Sekretaris Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Parmusi Cianjur).

Kegiatan ini menyiratkan bahwa dialog antaragama bukan sekadar retorika simbolik, melainkan bagian dari strategi kolektif untuk membangun pemahaman yang lebih mendalam mengenai keragaman spiritual dan identitas. Melalui interaksi langsung, peserta pemuda berpeluang menimba pengalaman spiritual yang komparatif sekaligus merumuskan nilai-nilai bersama yang mendukung kohesi sosial.

Lebih jauh, kamp ini menjadi sarana edukatif yang mendorong partisipasi generasi muda sebagai agen perdamaian. Dengan menggunakan pendekatan dialog struktural, diskusi panel, dan kegiatan interaktif, para pemuda diajak berpikir kritis tentang peran agama dalam menjawab tantangan kontemporer. Seperti konflik sosial, kesenjangan antar kelompok, dan krisis lingkungan.

Ketua Umum Gerakan Pemuda Parmusi Kifah Gibraltar Bey Fananie dalam kesempatan terpisah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, kolaborasi lintas agama bukan hanya kebutuhan, tetapi juga komitmen untuk menjaga Indonesia tetap damai, berkeadaban, dan peduli lingkungan.

“Kami mendorong setiap kader GP Parmusi untuk terus menjadi penggerak moderasi beragama serta pelopor kepedulian ekologis di tengah masyarakat,” ujar dia.

Akhirnya, kegiatan lintas agama ini memperkuat gagasan bahwa penguatan kerukunan di kalangan pemuda memerlukan investasi institusional dan sosial yang berkelanjutan. Pemuda yang terlibat bukan hanya menjadi simbol pluralitas, tetapi juga praktisi dialog yang dapat menerjemahkan ideal toleransi ke dalam tindakan nyata melalui gerakan sosial, advokasi, dan pembentukan jaringan lokal. Dengan demikian, interfaith camp semacam ini relevan sebagai model kolaborasi sosial yang dapat direplikasi di tingkat komunitas dan organisasi keagamaan di Indonesia.

Editor: Farhan Shiddiq

Read more: https://kabarmuh.id/interfaith-harmony-camp-model-edukasi-multikultural-bagi-penguatan-toleransi-pemuda/

Posting Komentar

0 Komentar