Gagas Museum Perjuangan Dai, LDK Muhammadiyah Dorong Edukasi Sejarah Dakwah

KABARMUH.ID, Jakarta — Gagasan pendirian Museum Perjuangan Dai mencuat sebagai upaya memperkuat pemahaman sejarah dakwah Islam di Indonesia. Usulan tersebut disampaikan oleh Aulia Asmul, anggota Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sebagai bentuk kepedulian terhadap minimnya literasi sejarah perjuangan para dai di kalangan santri dan pegiat Islam.

Aulia menilai bahwa peran para dai tidak hanya terbatas pada aktivitas keagamaan, tetapi juga memiliki kontribusi signifikan dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui dakwah, pendidikan, dan gerakan sosial, para Dai turut menanamkan nilai-nilai keislaman yang sejalan dengan semangat kebangsaan.

“Perlu ada ruang edukasi yang mampu merekam dan menyampaikan perjuangan para dai secara komprehensif. Museum dapat menjadi sarana yang efektif untuk itu,” kata Aulia.

Ia menjelaskan, Museum Perjuangan Dai diharapkan menjadi pusat pembelajaran sejarah yang mampu menjangkau generasi muda, khususnya santri dan aktivis dakwah. Selain menampilkan dokumentasi sejarah, museum tersebut juga dapat menjadi ruang diskusi dan refleksi mengenai peran dakwah dalam konteks keindonesiaan.

“Nantinya kita akan berusaha mendorong agar pendirian museum tersebut dapat terealisasikan, upaya selanjutnya mungkin kita akan menyampaikan secara langsung ke Kementerian Kebudayaan”

Gagasan ini diharapkan dapat mendorong kolaborasi antara lembaga dakwah, institusi pendidikan, dan masyarakat luas guna merealisasikan pendirian museum sebagai bagian dari upaya menjaga warisan sejarah Islam di Indonesia.

Read more: https://kabarmuh.id/gagas-museum-perjuangan-dai-ldk-muhammadiyah-dorong-edukasi-sejarah-dakwah/

Posting Komentar

0 Komentar