KABARMUH.ID, SURAKARTA – Makna kehidupan sesungguhnya tidak terletak pada seberapa bernilai diri kita secara materi, melainkan seberapa besar manfaat bagi orang lain yang bisa kita berikan. Prinsip etika sosial ini menjadi sorotan utama dalam Kajian Menjelang Berbuka di Masjid Al Munajat pada Ramadhan 1447 H ini.
Ust. Yayuli menekankan bahwa standar minimal seorang muslim adalah tidak merugikan lingkungan sekitar. Jika seseorang belum mampu memberikan kebahagiaan bagi sesama, ia harus berusaha keras agar tidak menyakiti orang lain hari ini.
Prinsip ini menjadi panduan praktis bagi masyarakat dalam berinteraksi sosial. Menghindari dosa dan mudharat merupakan langkah awal sebelum seseorang bisa melakukan amal saleh yang lebih besar.
“Seandainya pada hari ini kita semua belum dapat memberi manfaat, usahakan hari ini tidak memberi mudharat bagi sesama,” ujar Ust. Yayuli dalam kajian tersebut.
Cara Menjadi Manusia Bermanfaat Melalui Etika Sosial
Kajian ini juga membedah cara menjadi manusia bermanfaat melalui manajemen hati dan lisan. Ust. Yayuli mengajak jamaah untuk tidak menyimpan hati buruk dan berhenti memberi nilai berlebih pada diri sendiri.
Menurutnya, seseorang baru benar-benar bernilai jika keberadaannya menjadi berkah bagi orang banyak. Oleh karena itu, melupakan keburukan orang lain menjadi kunci untuk menciptakan suasana yang menyenangkan.
“Sesungguhnya makna dari kehidupan bukan terletak pada seberapa bernilainya diri kita, tetapi seberapa besar bermanfaatnya kita bagi orang lain,” tegas Ust. Yayuli.
Implementasi Hadits Khairunnas Anfa’uhum Linnas
Materi ini berakar pada hadits Rasulullah SAW mengenai derajat manusia terbaik. Kutipan hadits Khairunnas Anfa’uhum Linnas menjadi landasan utama bahwa manfaat adalah indikator kemuliaan.
Beliau menutup kajian dengan harapan agar jamaah dapat membebaskan diri dari rasa bangga atas pujian orang lain. Hal ini penting agar manfaat yang diberikan tetap tulus dan murni sebagai ibadah.
“Semoga kita yang ada di sini bukan hanya bermanfaat bagi diri kita dan keluarga sendiri, tapi juga bermanfaat bagi orang lain,” pungkasnya.
Read more: https://kabarmuh.id/bukan-seberapa-kaya-inilah-makna-manfaat-bagi-orang-lain-menurut-ust-yayuli/
0 Komentar